Produksi Minyak Mentah Belum Capai Target APBN 2026

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Senin, 31 Agustus 2026  •  19:48
Aa

Produksi minyak mentah Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 578.156 barel per hari (bph), masih di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Sejumlah kendala, mulai dari gangguan infrastruktur hingga penurunan alamiah produksi lapangan migas, menjadi faktor yang memengaruhi capaian tersebut. 

Gangguan terjadi di sejumlah wilayah kerja migas, termasuk Blok Rokan di Sumatra dan Cepu,  Jawa Timur. Gangguan pada pipa transmisi gas dan minyak turut memengaruhi kegiatan produksi, sementara Blok Cepu menghadapi penurunan produksi secara alamiah. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan penurunan tersebut. Upaya itu dilakukan agar capaian nasional dapat dipertahankan dan tidak kembali menurun. 

“Sudah diambil langkah-langkah untuk melakukan upaya agar natural decline ini dapat direduksi. Sehingga saat ini kondisi yang terjadi di lapangan adalah mempertahankan untuk datar, jadi jangan turun lagi,” ujar Laode dikutip dari Kontan.co. 

Produksi minyak mentah Indonesia masih tertahan hingga akhir Juli, mencerminkan tekanan serius terhadap target APBN. (Sumber: Sabangmeraukenews.com)

Selain gangguan produksi, pemulihan tekanan sumur dan kestabilan aliran minyak juga membutuhkan waktu. Kondisi tersebut membuat pemulihan tidak selalu berlangsung bersamaan dengan perbaikan fisik infrastruktur. 

Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar kekurangan produksi, mulai dari mempercepat pengeboran dan eksplorasi, mengoptimalkan cadangan yang tersedia, hingga mengevaluasi kinerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Cadangan minyak yang tersimpan di fasilitas penyimpanan juga didorong agar segera dapat dimanfaatkan. 

Hingga Juli 2026, masih terdapat selisih sekitar 31.844 bph dari target APBN. Jika peningkatan produksi tidak dilakukan secara signifikan pada paruh kedua tahun ini, capaian nasional berpotensi tetap berada di bawah target yang telah ditetapkan. 

Meski begitu, pemerintah masih optimistis dapat mengejar target tersebut. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, berharap produksi nasional dapat mencapai bahkan melampaui target APBN. 

“Mudah-mudahan hasilnya bisa melebihi dari target, sehingga bisa mencapai 610.000 (target APBN),” ujar Djoko dikutip dari Kompas.com. 

Presiden Tegaskan Komitmen Hentikan Impor Minyak Saat Peresmian PLTS. (Sumber: Kompas.com)

Peningkatan produksi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempercepat penghentian impor minyak dalam waktu sesingkat-singkatnya. 

“Kita tidak boleh impor lagi satu barrel pun minyak, kita tidak boleh impor lagi,” ujar Prabowo dikutip dari Kompas.com. 

Penulis: Wirda Fauzah
Editor: Esti Novitasari