Publik Desak Transparansi Usai Muncul Nama Ginkai dan Mufli Di Kursi Komisaris

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Sabtu, 4 Juli 2026  •  14:21
Aa

Sejumlah pengangkatan komisaris di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya belakangan menjadi sorotan publik. Dua nama yang ramai diperbincangkan ialah Ginka Febriyanti Br Ginting yang diangkat sebagai Komisaris Perseroan Terbatas (PT) Pertamina Retail serta Mufli Budi Ananda yang dipercaya menjabat Dewan Komisaris PT Krakatau Posco. Keduanya menuai perhatian lantaran memiliki latar belakang yang dinilai tidak lazim dan sama-sama memiliki kedekatan dengan lingkaran pendukung Presiden Prabowo Subianto.

Dilansir dari tempo.com, Ginka Febriyanti Br Ginting merupakan Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON), merupakan organisasi relawan yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. Ginka kemudian ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Retail, anak usaha PT Pertamina Patra Niaga yang bergerak di bidang ritel energi.

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta. (Sumber: Kompas.com)

Berdasarkan profil resminya, Ginka merupakan lulusan Sarjana Akuntansi dan Magister Manajemen Universitas Esa Unggul. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan sosial. Namun, pengangkatannya tetap menjadi perhatian publik karena rekam jejaknya lebih banyak dikenal sebagai tokoh relawan politik.

Ginka lahir pada 1 Februari 1998 sehingga baru berusia 27 tahun saat dipercaya menduduki jabatan komisaris. Sebagai Koordinator BISON, ia diketahui aktif menggalang dukungan bagi pasangan Prabowo-Gibran selama Pilpres 2024, termasuk memimpin apel akbar pemenangan di Kota Bekasi pada Februari 2024.

Sorotan serupa juga tertuju pada Mufli Budi Ananda. Mufli resmi diangkat sebagai Dewan Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara Indonesia dan Korea Selatan di sektor industri baja.

Sebelum menduduki jabatan tersebut, Mufli dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad dan bagian dari tim yang membantu berbagai aktivitas Raffi dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden. Berdasarkan informasi dari tabloidbintang.com.

Mufli merupakan lulusan D3 Teknik Listrik Politeknik Bunda Kandung dan sempat melanjutkan studi Teknik Industri di ISTN pada 2014.

Pengangkatan Mufli pun memicu beragam tanggapan di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan lonjakan kariernya dari dunia hiburan menuju posisi strategis di perusahaan patungan BUMN. Sementara itu, sebagian lainnya menilai latar belakang pendidikan teknik yang dimilikinya dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam penunjukan tersebut.

Kemunculan dua nama tersebut dalam waktu yang berdekatan, memunculkan kembali diskusi publik mengenai transparansi dan dasar pengangkatan komisaris di perusahaan BUMN maupun anak usahanya. Kedekatan keduanya dengan lingkaran pendukung Presiden Prabowo menjadi salah satu faktor yang paling banyak disorot masyarakat, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyebut hubungan tersebut sebagai dasar pengangkatan mereka.

Penulis: Oleh Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi