Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal dengan Tangan Terborgol

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Selasa, 28 Juli 2026  •  11:25
Aa

Petugas keamanan Waduk Jatiluhur, Sumarna, ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggul Kayat, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban ditemukan mengambang di perairan dalam kondisi masih mengenakan seragam dinas dengan kedua tangan terborgol di belakang tubuhnya. Hingga Senin (27/7/2026), Polres Purwakarta masih menyelidiki kasus tersebut dan belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Sumarna diketahui sedang menjalankan tugas piket malam. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban dilaporkan hilang kontak. Kepala satuan pengamanan bersama sejumlah rekan kerja kemudian melakukan pencarian di beberapa titik kawasan waduk. Beberapa jam kemudian, jasad korban ditemukan mengapung di perairan Tanggul Kayat dan dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah warga menyebut Sumarna dikenal aktif menjaga kawasan Waduk Jatiluhur dari tindakan perusakan fasilitas. Seorang warga bernama Warta mengatakan korban diduga sempat menegur sekelompok orang yang hendak melakukan aksi corat-coret di area waduk sebelum peristiwa tersebut terjadi, “Kabarnya dia melarang orang yang mau corat coret. Ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk,” ujar Warta dikutip dari detik.com.l

Hingga Senin (27/7), penyidik telah memeriksa 15 saksi, bertambah dari sebelumnya 12 orang. Polisi juga telah menggelar tiga kali pra-rekonstruksi untuk mencocokkan hasil olah tempat kejadian perkara dengan keterangan para saksi. Selain itu, penyidik menerima hasil autopsi dari tim medis Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, yang akan dianalisis untuk membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Hingga kini penyebab kematian belum terungkap, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap kasus. (Sumber: tribunnews.com)

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai penangkapan pelaku, “Sampai saat ini belum ada pelaku yang diamankan maupun ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya dikutip dari kompas.com.

Di tengah proses penyelidikan, terungkap pula percakapan terakhir Sumarna dengan istrinya, Siti Mariam. Pada Kamis (23/7) sekitar pukul 22.00 WIB, korban sempat mengirim pesan mengenai undangan rapat desa dan menyampaikan bahwa dirinya masih bersama komandan regu. Sekitar pukul 00.30 WIB, sang istri mencoba menghubunginya sebanyak tiga kali, namun panggilan tersebut tidak tersambung.

Pihak keluarga berharap penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan. Mereka menilai kondisi jenazah yang ditemukan dengan kedua tangan masih terborgol menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab melalui proses penyelidikan. Keluarga juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap penyebab kematian Sumarna guna memberikan kepastian hukum.

Peristiwa ini turut mendapat perhatian Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang datang bertakziah ke rumah duka. Ia meminta dilakukan evaluasi terhadap sistem keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, termasuk penambahan personel penjagaan dan penerangan di sejumlah titik yang dinilai rawan.

Kasus ini tidak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya perlindungan bagi petugas keamanan yang bertugas di fasilitas publik dan objek vital. Terlepas dari hasil penyelidikan nantinya, peristiwa ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem pengamanan, peningkatan fasilitas pendukung, serta pengawasan yang lebih optimal agar keselamatan petugas dan keamanan fasilitas publik dapat lebih terjamin.

Penulis: Oleh Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi