Banjir Bandang Terjang Arosuka, Satu Warga Tewas dan Akses Solok-Padang Terputus

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Rabu, 23 September 2026  •  21:34
Aa
Material lumpur, batu, dan berbagai material lainnya terbawa arus hingga menutup sejumlah kawasan, termasuk akses jalan Solok-Padang. (Sumber: Antara)

Banjir bandang melanda kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok di Arosuka, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo tersebut terjadi di Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas yang tinggi.

Air yang membawa lumpur, batu, dan kayu menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Arosuka. Sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami kerusakan dan akses jalan utama tertutup oleh material banjir.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Solok, serta masyarakat langsung melakukan evakuasi dan penyelamatan setelah banjir menerjang kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan   BNBP, Bertin SP Panjaitan, mengatakan dua orang dilaporkan hilang dan empat lainnya mengalami luka-luka. Belasan kantor pemerintahan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok juga mengalami kerusakan akibat tertimbun oleh material banjir berupa batu, kayu, dan lumpur.

“Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak. Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak,” jelas Bertin dikutip dari detiknews.


Material banjir juga menutupi Jalan Lintas Sumatera di depan Kantor Bupati Solok yang menghubungkan Padang-Solok. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Polres) Solok, Iptu Akbar Kharisma Tanjung, mengimbau pengendara yang hendak menuju Padang dari Solok maupun sebaliknya untuk sementara menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Pada Selasa (22/9) pagi, sejumlah kantor dinas, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang), Inspektorat, serta kantor DPRD Kabupaten Solok masih dipenuhi lumpur, bebatuan besar, dan kayu.

Selain jembatan utama yang putus, lahan pertanian juga dilaporkan mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan. Sebanyak 21 mobil dan tujuh sepeda motor turut terdampak akibat banjir bandang. 

BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat masih melakukan pencarian korban dan pembersihan material lumpur yang menutupi badan jalan. Pada Selasa pagi, tim SAR gabungan menyusuri sungai untuk memastikan keberadaan warga yang masih dalam pencarian.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menilai kerusakan tersebut berdampak terhadap jalannya pemerintahan dan pelayanan publik, terutama karena fasilitas vital seperti Dinas Kesehatan dan Dinas PU  ikut terdampak.

“Kondisi ini tentu menyebabkan kelumpuhan di dinas-dinas tersebut, apalagi ada Dinas Kesehatan dan Dinas PU. Tentu harus dicarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti,” ujar Mahyeldi dikutip dari kompas.com.

Hingga Selasa (22/9), pencarian korban, pembersihan material banjir, dan pendataan kerusakan masih dilakukan oleh pemerintah bersama tim gabungan.

Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Editor: Guescha Putri Salsabila