Pasca Demo DPR: Pospol Hancur, Jejak Gas Air Mata Masih Selimuti Slipi-Petamburan

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Jumat, 28 Agustus 2026  •  17:36
Aa

Situasi di kawasan Slipi dan Petamburan, Jakarta Barat, berangsur kondusif pada Jumat (28/8/2026) pagi, setelah kericuhan yang terjadi pasca aksi demonstrasi di sekitar kompleks Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada Kamis (27/8/2026).

Hingga pukul 03.00 WIB, massa masih bertahan di beberapa titik Jalan Jenderal Gatot Subroto, seperti di sekitar Halte Petamburan dan jalan layang Slipi, sementara sebagian lainnya bergeser ke Simpang Slipi dan Pejompongan.

Pantauan pada Jumat dini hari menunjukkan sejumlah benda masih terbakar di badan jalan, sementara sisa gas air mata masih terasa di beberapa titik kawasan Slipi sampai Petamburan.

Kericuhan turut berdampak pada kondisi lalu lintas. Jalan Jenderal Gatot Subroto di depan kompleks Gedung DPR RI sempat ditutup, dan kendaraan dari arah Semanggi dialihkan melalui Jalan Gerbang Pemuda.

Situasi serupa juga terjadi di sejumlah akses menuju kawasan tersebut. Akses Tol dalam Kota yang sebelumnya ditutup akibat kerumunan akhirnya kembali dibuka pada Jumat pagi sekitar pukul 06.01 WIB, dan arus kendaraan pun dilaporkan kembali normal.

Salah satu fasilitas yang terdampak parah dalam kericuhan ini adalah Pos Polisi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Wilayah Jakarta Barat di bawah flyover Slipi, Jalan S. Parman, Palmerah.

Pos Polisi di Bawah Flyover Slipi Dibakar. (Sumber: Liputan6.com)

Pos polisi tersebut diduga dibakar oleh sejumlah oknum orang pada Kamis malam. Sebelum pembakaran terjadi, massa yang didominasi oleh remaja terlihat mengerubungi pos polisi dan melemparinya dengan batu hingga menyebabkan kaca bagian depan pecah.

Seorang warga bernama Royyan (25), mengatakan dirinya berada di lokasi ketika proses pembakaran tersebut berlangsung, “Saya tiba di situ (pos polisi) lagi proses pembakaran,” ujar Royyan dikutip dari Liputan6.com.

Setelah insiden tersebut, pihak kepolisian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Menurut Royyan, massa kemudian berlarian ke sejumlah arah, termasuk ke wilayah Palmerah dan Pejompongan.

Memasuki Jumat pagi, kondisi di kawasan Slipi-Petamburan mulai berubah. Hingga sekitar pukul 10.22 WIB, arus lalu lintas di Simpang Slipi sampai Petamburan terpantau lancar dan tidak terlihat lagi kerumunan massa.

Jalan Pejompongan arah Palmerah juga sudah dapat dilalui. Gerbang Tol Pejompongan arah Grogol dibuka kembali, sementara aktivitas masyarakat di sekitar Halte Slipi-Petamburan mulai berjalan normal.

Meski demikian, sejumlah jejak kericuhan masih terlihat. Separator beton busway di sisi turunan flyover Slipi masih berserakan dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terlihat sibuk melakukan pembersihan di sekitar lokasi.

Pos polisi yang sebelumnya terbakar masih ditutup, sementara sejumlah personel kepolisian tampak berjaga di sekitar persimpangan. Sisa gas air mata bahkan masih tercium di beberapa titik ketika embusan angin bertiup.

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo, mengatakan secara umum kondisi lalu lintas Jakarta Barat telah kembali normal. Namun, masyarakat diminta tetap berhati-hati ketika melintas di kawasan Slipi.

“Untuk situasi lalu lintas wilayah Jakarta Barat dinyatakan normal, baik arteri maupun dalam tol,” kata Sudarmo dikutip dari Tribunnews.com.

Ia menambahkan, kawasan Slipi masih perlu diwaspadai sebagai titik yang terdampak dari pergerakan massa dari sekitar Gedung DPR RI. Hingga Jumat siang, arus lalu lintas di kawasan Slipi hingga Kemanggisan terpantau lancar dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Penulis: Oleh Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi