Pertaruhan Rp222 Miliar, Target 4 Emas Asian Games 2026 dan Transparansi Baru Kemenpora

Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
Jumat, 4 September 2026  •  10:14
Aa
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Sumber: Antara.com)

Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengumumkan dana program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk Asian Games 2026 mengalami kenaikan dari rencana dana sebelumnya. Pemerintah yang sebelumnya menyiapkan sebesar Rp81 milliar kemudian melakukan melakukan penyisiran anggaran, sehingga nilainya meningkat menjadi sebesar Rp127 milliar. Pemerintah kembali memberikan tambahan dana,  sebesar Rp95 milliar sehingga total anggaran Pelatnas mencapai Rp222 milliar.

Dengan dukungan dana Pelatnas Asian Games 2026 yang cukup besar, Kemenpora menargetkan Indonesia meraih empat medali emas pada Asian Games 2026, “Targetnya empat emas, antara lain dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas,” kata Erick dikutip dari Kompas.com.

Menpora Erick menjelaskan bahwa target empat medali emas tersebut merupakan penyesuaian dari proyeksi awal sebanyak tujuh emas. Penyesuaian target dilakukan menyusul dinamika efisiensi anggaran serta penghapusan sejumlah nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi peluang Indonesia untuk meraih medali emas. Erick mengatakan penyesuaian tersebut disebabkan oleh dua faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor teknis dan faktor finansial, “Saya sudah sampaikan bahwa target realistis kita saat ini adalah empat medali emas, bukan tujuh. Dari tujuh emas sebelumnya memang ada tiga nomor yang kini tidak dipertandingkan,” ungkap Erick dikutip dari idxchannel.com.


Asian Games 2026 akan berlangsung pada tanggal 19 September – 4 Oktober 2026 di wilayah Aichi dan Nagoya, Jepang. Dalam tahapan persiapannya, cabang olahraga  yang akan berlaga  pada Asian Games 2026 menjalani pemusatan latihan secara terpadu dengan fokus pada peningkatan daya tahan fisik atlet, simulasi pertandingan, serta penyempurnaan taktik.

Persiapan atlet juga mencakup program nutrisi yang dilakukan secara terukur untuk meminimalkan risiko cedera sekaligus meningkatkan performa atlet. Selain itu, pemerintah memberikan dukungan melalui peningkatan fasilitas latihan untuk menunjang persiapan para atlet.

Pemerintah menjelaskan bahwa anggaran Rp222 milliar tersebut diperuntukkan khusus bagi pembiayaan Pelatnas. Anggaran tersebut terpisah dari alokasi dana sebesar Rp61 milliar yang disiapkan untuk keperluan keberangkatan kontigen Indonesia menuju Asian Games 2026.

Dalam pengelolaan anggaran tersebut, Kemenpora berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta kejaksaan untuk memperketat pengawasan penggunaan dana Pelatnas. Pengawasan dilakukan agar dana dapat tersalurkan dengan baik kepada atlet, digunakan secara bertanggung jawab, serta sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.


Kemenpora juga mulai menerapkan sistem e-procurement dan e-budgeting sebagai upaya mewujudkan pengelolaan dana yang lebih transparan. Selain itu, Erick mengatakan seluruh dana Pelatnas kini menggunakan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) dengan sasaran yang telah ditentukan secara spesifik berdasarkan cabang olahraga, nomor pertandingan, dan atlet.

Pengawasan yang diperketat serta penerapan sistem digital tersebut diharapkan dapat menjadi jaminan agar anggaran Pelatnas yang mencapai ratusan miliar rupiah dapat digunakan secara tepat sasaran. Masyarakat kini menunggu pembuktian atas efektivitas penggunaan anggaran tersebut.

Capaian Indonesia pada Asian Games 2026 mendatang akan menjadi tolok ukur nyata untuk melihat sejauh mana pengelolaan anggaran dan penerapan transparansi oleh Kemenpora mampu mendukung pencapaian prestasi atlet Indonesia di panggung Asia.

Penulis: Laura Gracely
Editor: Esti Novitasari