Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan, sementara satu penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 WITA saat KMP Putri Yasmin dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, mengatakan proses evakuasi melibatkan sejumlah armada, diantaranya Kapal Negara (KN) SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, KMP Portlink II, KAL Lembar, KMP Parama Kalyani, serta sejumlah kapal lainnya. Satu penumpang dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Indah Dwi Septiani, perempuan berusia 19 tahun yang beralamat di Asrama Brimob Gatep Ampenan.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban pada Kamis, 13 Agustus 2026. Proses pencarian terkendala kondisi perairan Selat Lombok yang memiliki ombak setinggi 3 sampai 4 meter disertai arus yang kuat.

Penumpang selamat kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terbaring di tanah usai dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (12/8/2026). Sumber: (Kumparannews.com)
Sementara itu, penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin hingga kini belum diketahui. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, mengatakan pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebelum menyimpulkan penyebab insiden tersebut.
Dudy menyebut KMP Putri Yasmin sebelumnya telah dinyatakan laik (layak) untuk melaut berdasarkan pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.
“Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kecelakaan ini. Evaluasi harus kami lakukan setelah mendapatkan seluruh hasil penyelidikan atau investigasi yang dilakukan oleh KNKT,” ujar Dudy dikutip dari Kompas.com.
Saat ini, prioritas tim gabungan masih difokuskan pada pencarian dan penanganan korban. Proses evakuasi dan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta arus laut di perairan Selat Lombok.
Penulis: Tim Redaksi LPM Suara Ekonomi
